Langsung ke konten utama

Postingan

Kalah Oleh Rasa Takut

  Saat kita sedang menyusun rencana untuk mencapai sesuatu yang ingin kita tuju, seringnya kita terlalu banyak memikirkan hal-hal buruk yang akan terjadi. Kaya mikir, " nanti bakal gini ngga ya, bakal gitu ngga ya, bakal kaya gimana ya, dan lain-lain ".    Padahal mulai aja belum, nyoba aja belum, ngelangkah aja belum. Tapi kita udah ngerasa takut duluan, sampai akhirnya malah ngga ada pergerakan sama sekali, jadi kalah duluan oleh pikiran-pikiran yang menghantui tentang kemungkinan terhadap hal yang belum terjadi itu, dan jadinya perencanaan itu ketunda dan ngga jadi dilakukan karena rasa takut yang menghantui kita sejak awal.   Dan dalam kondisi yang seperti itu, pilihan yang bisa kita ambil adalah lakukan sekarang atau tidak melakukannya sama sekali.   Kalau kita memilih untuk langsung melakukan perencanaan itu, maka masih ada harapan untuk bisa mencapai sesuatu dari apa yang telah kita rencanakan sebelumnya. Dan sebaliknya, kalau kita memilih untuk tidak me...

Berjalanlah diatas Karpet Merahmu Sendiri

   Kalau hari-hari kita hanya dihabiskan untuk ngebanding-bandingin hidup kita dengan orang lain, yakin deh ga akan ada ujungnya. Malah bikin kita terus ke distrak dan jadi ga berkembang.     Padahal, kita semua punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tapi lebih seringnya kita hanya fokus ke kekurangan diri kita aja.   Mungkin ada sisi baiknya juga kalau kita jadikan orang lain sebagai acuan untuk kita berkembang, tapi jangan terlalu berharap punya hasil yang sama kaya orang tersebut, nanti jatuhnya kecewa dan malah rendah diri karena ngerasa ga mampu melampauinya.  Nggak jarang juga kita ngerasa "ketinggalan" karena ngelihat pencapaian orang lain. Yang sebenernya kita tuh ga ketinggalan kok, karena setiap orang punya goals dan waktu yang berbeda-beda untuk mencapainya. Jadi jangan sampai kita samakan garis finish kita dengan orang lain yang padahal garis startnya juga ga sama. Kalau kita punya target pencapaian kita sendiri dan kita fokus ter...

Tak Harus Berbalas

" Apapun yang menjadi takdirmu, akan mencari jalannya menemukanmu"  -Ali bin Abi Thalib Titipan rasa yang tak biasa dari semesta yang datangnya tak pernah diminta, yang tak jarang mengusik hati, pikiran, dan jiwa. Ikhlaslah, karena tak semua rasa harus berbalas, rasa yang datang sebelum waktunya, bukankah itu ujian? ku tahu kerap kali kau ingin tahu keadaanya, kan? Sudahlah, biarkan ia bahagia dengan pilihan hatinya. bukankah level tertinggi dalam mencintai adalah mengikhlaskan? lalu, mengapa kau masih berharap pada perasaanmu sendiri? Ku harap kau lekas sadar,  agar tak dibuat sakit oleh perasaanmu sendiri berhenti tuk berharap pada selain-Nya,  nanti sakit sendiri,  memangnya siapa yang akan peduli? Entah sampai kapan, semoga kamu tetap kuat memendamnya seorang diri,  sampai rasa itu diambil kembali oleh Sang Pemilik Hati Kau tak punya kuasa atasnya, Maka dekatilah Sang Pemilik hatinya, barangkali, Allah menghendaki nantinya. Ups, udah jangan terlalu berharap ...

Kenikmatan Setelah Lelah Berjuang

“وَمَااللَّذَّةُ إِلاَّ بَعْدَ التَّعَبِ” Waktu itu, sekitar kurang lebih tiga pekan sebelu mengikuti ujian akhir level. Seorang santri di selimuti kegelisahan dalam hatinya.  proses belajar sudah ia jalankan sebagaimana mestinya. Tapi dalam pikirannya, ada sesuatu yang nampaknya perlu segera di jawab. Di siang hari yang cukup terik, di sebuah aula berukuran sedang, seorang santri tengah belajar seorang diri. Ditengah teman-temannya sedang rehat siang di asrama, dan sebagiannya tengah mempersiapkan hafalan untuk setoran di sore hari. Saat ia sedang asik dengan buku dan catatan belajarnya, seketika ia termenung, memikirkan hasil belajarnya selama ini, memikirkan apa yang sebenarnya di cari, apakah benar ia menikmati prosesnya, mengapa semuanya seperti terasa biasa-biasa saja? Ya, ia merasa seperti tidak sedang berjuang. Padahal waktu tidur siang selalu ia gunakan untuk belajar, juga pada malam hari ia selalu sempatkan belajar sebelum tidur.  Tapi ia masih merasa belum berusah...

Langitkan Do'a, Bumikan Ikhtiar

 Impian. yes, menurutku it's something we must have, agar kehidupan kita menjadi lebih terarah. Karena ketika kita memiliki sebuah tujuan yang jelas, maka hari-hari kita akan digunakan untuk hal-hal yang mendorong terealisasinnya mimpi-mimpi itu.    Tentu tidak hanya sekedar bermimpi, kadang kita pengennya segala sesuatu yang kita mau terjadi secara instan dan tiba-tiba. Padahal disamping itu harus ada usaha yang dikerahkan. Usaha untuk menggapai segala sesuatu yang kita impikan. Sangat jarang jika kita punya impian, apalagi jika impian itu besar lalu tanpa ada usaha apapun kemudian impian tersebut terwujud, kecuali jika memang itu suatu keberuntungan bagi orang tersebut dan atas kehendak Allah SWT.   Terus apakah cukup jika hanya dengan usaha saja kita bisa mendapatkan apa yang kita mau? bisa aja sih, tapi apa kita ga mau untuk melibatkan Allah dalam urusan-urusan kita? maka tentu harus diiringi dengan do’a juga. Selain untuk meminta petunjuk kepada Allah SWT,...

Hakikatnya, Allah itu Adil

     Sebagaimana Asma-Nya “Al-‘Adlu”. Allah SWT. tidak akan membebani seseorang lebih dari yang orang tersebut sanggupi. Dan segala ketetapan-Nya tentu adalah yang terbaik untuk kita semua. Meski terkadang mungkin kita merasa tidak selaras dengan apa yang kita inginkan, dengan apa yang telah kita rencanakan.    Contohnya ketika kita memiliki suatu keinginan dan ternyata keinginan itu tidak tercapai, malah hal yang tidak pernah kita inginkan sebelumnya justru terjadi pada diri kita, Allah memberikan kita sesuatu hal yang lain yang bisa jadi lebih senangi atau bahkan tidak kita senangi, tapi yakinlah itu yang terbaik menurut Allah SWT. untuk kita.  Yang mungkin kadang kita suka mengeluh dan berfikir, kenapa sih ko aku bla bala bla bla,dan lain-lain. Jangan sedih dan jangan khawatir, karena belum tentu hal yang kita inginkan itu selalu baik untuk diri kita, kita harus selalu berhusnuzon kepada Allah. "Jangan sangka segala sesuatu yang kita anggap baik itu ...

Mengapa Sosoknya?

Puisi sederhana tentang seorang gadis yang sedang dibelenggu oleh waktu, dihiasi oleh rindu juga keingintahuannya tentang hal yang menjadi fitrahnya sebagai manusia. Secarik puisi tentang rindu Pada waktu yang terbelenggu Menyisakan pesan yang belum juga temukan titik temu Aku kembali merindu Pada sosoknya yang begitu luar biasa Yang aksanya selalu hadir di tiap kedipan mata Membuat hati kerap kali berdegup cepat Membuat mimpi hadir bersama berjuta harap  Pada semesta ku bertanya, Mengapa sosoknya ? Yang selalu terngiang di kalbu Mengapa benar-benar hanya sosoknya? Yang datang dan perginya selalu menyisikan rindu Jawabannya hanya satu.. Semesta menghadirkan sosoknya untuk mengenalkan rasa itu padaku...