Langsung ke konten utama

Berjalanlah diatas Karpet Merahmu Sendiri


   Kalau hari-hari kita hanya dihabiskan untuk ngebanding-bandingin hidup kita dengan orang lain, yakin deh ga akan ada ujungnya. Malah bikin kita terus ke distrak dan jadi ga berkembang. 

   Padahal, kita semua punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tapi lebih seringnya kita hanya fokus ke kekurangan diri kita aja.

  Mungkin ada sisi baiknya juga kalau kita jadikan orang lain sebagai acuan untuk kita berkembang, tapi jangan terlalu berharap punya hasil yang sama kaya orang tersebut, nanti jatuhnya kecewa dan malah rendah diri karena ngerasa ga mampu melampauinya.

 Nggak jarang juga kita ngerasa "ketinggalan" karena ngelihat pencapaian orang lain. Yang sebenernya kita tuh ga ketinggalan kok, karena setiap orang punya goals dan waktu yang berbeda-beda untuk mencapainya. Jadi jangan sampai kita samakan garis finish kita dengan orang lain yang padahal garis startnya juga ga sama. Kalau kita punya target pencapaian kita sendiri dan kita fokus terhadap itu, kemungkinannya kecil untuk kita membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain.

"gaada yang bisa di cap 'ketinggalan', karena goals yang dituju berbeda dan jalan menuju untuk menempuh perjalanannya pun menggunakan kendaraan yang bervariasi, dan dengan kemampuan pengemudi yang beragam juga

-berjalanlah diatas karpet merahmu sendiri, be your self :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Masjid Itu, Ia Temukan Ketenangan

“Cukuplah Allah, sebaik-baik tempat mengadu dan berkeluh kesah.” Dari sudut ruangan yang terbuka, aku melihat seseorang tampak sedang terpuruk. Dengan berani, ia keluar dari rumahnya untuk mencari tempat ternyaman untuk mengadu. Ia mendatangi sebuah masjid yang penuh dengan ketenteraman. Kepada Allah, ia mengadukan segala keluh dan kesahnya. Tanpa kata, tanpa suara, tiba-tiba matanya tampak semakin memerah. Isak tangis pun mulai terdengar. Ia menumpahkan air mata yang selama ini ia tahan, meluapkan segala sesak di dadanya. Ia tumpahkan perasaan itu bersamaan dengan lantunan ayat-ayat Al-Qur'an yang ia baca. Ia pun mendirikan salat dan menengadahkan kedua tangannya, memohon pertolongan Allah SWT. Setelah beberapa waktu, ia terlihat lebih tenang. Meski badai dalam hatinya belum sepenuhnya reda, ia berusaha untuk kembali berdiri dan menegakkan kepala. Ia membasuh pelupuk matanya yang telah basah oleh air mata dengan percikan air. Ia pun tersadar bahwa ia tak boleh terlalu larut dalam ...

Jelmaanmu dan Anganku

Pada semilir angin yang kian mendingin, Ku temukan jelmaanmu, Membersamai perjalanan ini. Terimakasih untukmu, Yang ternyata tak mengobati rindu, Tapi justru kian menyiksaku. Boleh ku bertanya lagi? Apakah ini dirimu? Atau memang hanya jelmaanmu? Atau malah angan-anganku? Sebab benar sepertimu, Yang diamnya saja, Menjadi nasihat bagiku. Tersadar, Lalu aku menertawakan anganku, Yang tak kunjung tertepis itu. Iya, ini masih tentangmu, Wahai kelahiran dua ribu satu. Cairo International Airport, 21 Desember 2024

Come Back

       Assalamu'alaikum,  Alhamdulillah Allah  mengizinkanku untuk dapat menulis disini. Menulis adalah hobiku sejak kecil, dulu aku hanya menulis apa saja yang ku sukai dan aku pun menulis dimana saja sesuka hati, jadi ntah kemana semua tulisan-tulisan yang sudah kutulis itu, hehe     Saat aku menduduki kelas tertinggi di Madrasah 'Aliyah, hatiku tergerak untuk kembali menulis, baik itu perjalanan hidup, isi hati, puisi, motivasi dan lain sebagainya. Aku sangat bersyukur karna dikelilingi oleh teman-teman yang gemar menulis. Aku sangat terinspirasi dengan teman-temanku dan juga para penulis-penulis disana yang mampu menuangkan imajinasinya dalam sebuah tulisan. Dari situ aku terdorong untuk mencoba menulis qaliilan fa qaliilan (sedikit demi sedikit), dan sampai detik ini pun aku masih terus belajar dan belajar, mencoba menulis meskipun hanya beberapa kata saja.    "apa yang kamu lihat, apa yang kamu fikirkan, dan apa yang kamu rasakan, ...