Langsung ke konten utama

Hakikatnya, Allah itu Adil

     Sebagaimana Asma-Nya “Al-‘Adlu”. Allah SWT. tidak akan membebani seseorang lebih dari yang orang tersebut sanggupi. Dan segala ketetapan-Nya tentu adalah yang terbaik untuk kita semua. Meski terkadang mungkin kita merasa tidak selaras dengan apa yang kita inginkan, dengan apa yang telah kita rencanakan.

   Contohnya ketika kita memiliki suatu keinginan dan ternyata keinginan itu tidak tercapai, malah hal yang tidak pernah kita inginkan sebelumnya justru terjadi pada diri kita, Allah memberikan kita sesuatu hal yang lain yang bisa jadi lebih senangi atau bahkan tidak kita senangi, tapi yakinlah itu yang terbaik menurut Allah SWT. untuk kita. 

Yang mungkin kadang kita suka mengeluh dan berfikir, kenapa sih ko aku bla bala bla bla,dan lain-lain. Jangan sedih dan jangan khawatir, karena belum tentu hal yang kita inginkan itu selalu baik untuk diri kita, kita harus selalu berhusnuzon kepada Allah.

"Jangan sangka segala sesuatu yang kita anggap baik itu juga baik menurut Allah, maka dari itu kita harus selalu memohon petunjuk kepada-Nya. Karena hanya Allah-lah sebaik-baik pemberi petunjuk"

    Setiap manusia pasti akan mengalami yang namanya ujian, mendapat tantangan, rintangan, halangan, cobaan, terpaan, dan lain sebagainya. Sikapi dengan bijak dan memohon kepada Allah agar kita mampu menghadapinya dengan baik.

    Kalau Allah saja Maha Adil, masa kita sebagai hamba-Nya tidak mengamalkan keadilan juga? Adil bi ma'na seimbang, menempatkan segala sesuatu dengan seimbang, menempatkan segala sesuatu sesuai porsinya. semoga kita bisa menjadi manusia, yang bisa memanusiakan manusia lainnya, menghargai setiap perbedaan yang ada juga.

(Qs. An-Nahl : 90) إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُ بِٱلْعَدْلِ وَٱلْإِحْسَـٰنِ وَإِيتَآئِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ وَٱلْبَغْىِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ 

...

wallahu a'lam..



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Masjid Itu, Ia Temukan Ketenangan

“Cukuplah Allah, sebaik-baik tempat mengadu dan berkeluh kesah.” Dari sudut ruangan yang terbuka, aku melihat seseorang tampak sedang terpuruk. Dengan berani, ia keluar dari rumahnya untuk mencari tempat ternyaman untuk mengadu. Ia mendatangi sebuah masjid yang penuh dengan ketenteraman. Kepada Allah, ia mengadukan segala keluh dan kesahnya. Tanpa kata, tanpa suara, tiba-tiba matanya tampak semakin memerah. Isak tangis pun mulai terdengar. Ia menumpahkan air mata yang selama ini ia tahan, meluapkan segala sesak di dadanya. Ia tumpahkan perasaan itu bersamaan dengan lantunan ayat-ayat Al-Qur'an yang ia baca. Ia pun mendirikan salat dan menengadahkan kedua tangannya, memohon pertolongan Allah SWT. Setelah beberapa waktu, ia terlihat lebih tenang. Meski badai dalam hatinya belum sepenuhnya reda, ia berusaha untuk kembali berdiri dan menegakkan kepala. Ia membasuh pelupuk matanya yang telah basah oleh air mata dengan percikan air. Ia pun tersadar bahwa ia tak boleh terlalu larut dalam ...

Jelmaanmu dan Anganku

Pada semilir angin yang kian mendingin, Ku temukan jelmaanmu, Membersamai perjalanan ini. Terimakasih untukmu, Yang ternyata tak mengobati rindu, Tapi justru kian menyiksaku. Boleh ku bertanya lagi? Apakah ini dirimu? Atau memang hanya jelmaanmu? Atau malah angan-anganku? Sebab benar sepertimu, Yang diamnya saja, Menjadi nasihat bagiku. Tersadar, Lalu aku menertawakan anganku, Yang tak kunjung tertepis itu. Iya, ini masih tentangmu, Wahai kelahiran dua ribu satu. Cairo International Airport, 21 Desember 2024

Nggak Semua Orang Bisa Nerima Kita

Seseorang pernah berkata: "Setiap orang pasti ada yang nggak suka sama kita. Entah itu orangnya baik ataupun kurang baik, yang pasti akan selalu ada yang nggak suka. Dan kita, sebagai orang yang nggak disukai misalnya, jangan sampai bersikap sama seperti mereka atau bahkan sampai membenci balik. Karena belum tentu orang itu benar-benar nggak suka atau benci, bisa jadi hanya kurang sreg dengan apa yang kita lakukan." Setiap orang pasti punya kekurangan, dan sebaik apa pun manusia, pasti ada yang nggak menyukainya. Rasulullah SAW.—sebaik-baiknya makhluk—pun tetap ada yang membenci. Lalu bagaimana dengan kita yang hanya manusia biasa? ... Cara orang bersikap pun berbeda-beda. Ada yang menunjukkan langsung di depan mata, ada yang diam-diam, bahkan ada yang sampai mengajak orang lain untuk ikut tidak menyukai kita. Tapi itu wajar, karena kita nggak punya kuasa atas orang lain. Kita nggak bisa memaksa orang lain untuk selalu senang dengan apa yang kita lakukan. Kita juga nggak bisa...