Langsung ke konten utama

Come Back

    Assalamu'alaikum,  Alhamdulillah Allah mengizinkanku untuk dapat menulis disini. Menulis adalah hobiku sejak kecil, dulu aku hanya menulis apa saja yang ku sukai dan aku pun menulis dimana saja sesuka hati, jadi ntah kemana semua tulisan-tulisan yang sudah kutulis itu, hehe

    Saat aku menduduki kelas tertinggi di Madrasah 'Aliyah, hatiku tergerak untuk kembali menulis, baik itu perjalanan hidup, isi hati, puisi, motivasi dan lain sebagainya. Aku sangat bersyukur karna dikelilingi oleh teman-teman yang gemar menulis. Aku sangat terinspirasi dengan teman-temanku dan juga para penulis-penulis disana yang mampu menuangkan imajinasinya dalam sebuah tulisan. Dari situ aku terdorong untuk mencoba menulis qaliilan fa qaliilan (sedikit demi sedikit), dan sampai detik ini pun aku masih terus belajar dan belajar, mencoba menulis meskipun hanya beberapa kata saja. 

  "apa yang kamu lihat, apa yang kamu fikirkan, dan apa yang kamu rasakan, tulis aja meskipun hanya 1 kata, karna mulai dari situ kamu akan terus mencoba dan dapat mengembangkan itu semua", pesan singkat dari salah satu temanku.

    Maka, harapanku, dengan aku membuat blog ini dapat mendukung dan terus memotivasi diriku untuk terus menulis, sehingga dapat mewujudkan salah satu mimpiku, yaitu menjadi penulis. selain itu, aku berharap, semoga tulisan-tulisanku ini dapat bermanfaat bagi diriku sendiri khususnya dan teman-teman pada umumnya dan dapat menjadi peluang untuk menebar kebaikan dan terus mengembangkan potensi diri, serta menjadi peninggalan yang baik ketika kelak aku sudah kembali pulang.

-Dengan mulai mencoba, kita akan tahu rasanya jatuh bangun-



Komentar

Unknown mengatakan…
Mamah zanira curhat dong
Unknown mengatakan…
Semangat terus 💪💪💪
cemerlang mengatakan…
Waahh.., slalu supporttt teruss buat zanii
Unknown mengatakan…
Hammasah teh zani💕
Unknown mengatakan…
Wiiii menakjubkan subhanallah❤❤❤❤lanjutkan prestasi mu nakk🤣 doaku selalu menyertai mu😇😇😇
Unknown mengatakan…
lop u jannnnn!!
skhaylaa mengatakan…
Semangaat janii.. tunggu punya kuu baca juga yaa
Unknown mengatakan…
Alhamdulillah.....temanku sudah mulai aktif ya 😊
Valiamandla mengatakan…
Terus berkarya ya zan Semangat
Unknown mengatakan…
mantap👍!semangat terus, dari hati tu!😁
Zanira Khairani mengatakan…
Alhamdulillah..doain ya..terimakasih supportnya! Barakallah fiikum
Unknown mengatakan…
Masya allah..Semangat zanira❤
Dafa Intifada mengatakan…
Mantap teh semangaat👍
Dafa Intifada mengatakan…
Mantap teh semangaat👍
Zahra Hasanah mengatakan…
kerenlah jani, kembangin terus yaa tulisan2nya
Unknown mengatakan…
Subhanallah😎👏👏
as.sfaulia mengatakan…
Aamiinn jan semoga kamu bisa menjadi penulis terkenal dan bermanfaat bagi semua orang..sukses selalu jan!!
Zanira Khairani mengatakan…
Alhamdulillah Aamiin..insyaallah.. syukran ukhti..
Anonim mengatakan…
Yu keren banget si zan,,,, ay bangga dehhh wlpun kita ga dkt bgt apa lagi pas liat sg nya aan,,, sumpahhhh keren bgt ahhh sukaaa semangat yaaaaa��

Postingan populer dari blog ini

Di Masjid Itu, Ia Temukan Ketenangan

“Cukuplah Allah, sebaik-baik tempat mengadu dan berkeluh kesah.” Dari sudut ruangan yang terbuka, aku melihat seseorang tampak sedang terpuruk. Dengan berani, ia keluar dari rumahnya untuk mencari tempat ternyaman untuk mengadu. Ia mendatangi sebuah masjid yang penuh dengan ketenteraman. Kepada Allah, ia mengadukan segala keluh dan kesahnya. Tanpa kata, tanpa suara, tiba-tiba matanya tampak semakin memerah. Isak tangis pun mulai terdengar. Ia menumpahkan air mata yang selama ini ia tahan, meluapkan segala sesak di dadanya. Ia tumpahkan perasaan itu bersamaan dengan lantunan ayat-ayat Al-Qur'an yang ia baca. Ia pun mendirikan salat dan menengadahkan kedua tangannya, memohon pertolongan Allah SWT. Setelah beberapa waktu, ia terlihat lebih tenang. Meski badai dalam hatinya belum sepenuhnya reda, ia berusaha untuk kembali berdiri dan menegakkan kepala. Ia membasuh pelupuk matanya yang telah basah oleh air mata dengan percikan air. Ia pun tersadar bahwa ia tak boleh terlalu larut dalam ...

Jelmaanmu dan Anganku

Pada semilir angin yang kian mendingin, Ku temukan jelmaanmu, Membersamai perjalanan ini. Terimakasih untukmu, Yang ternyata tak mengobati rindu, Tapi justru kian menyiksaku. Boleh ku bertanya lagi? Apakah ini dirimu? Atau memang hanya jelmaanmu? Atau malah angan-anganku? Sebab benar sepertimu, Yang diamnya saja, Menjadi nasihat bagiku. Tersadar, Lalu aku menertawakan anganku, Yang tak kunjung tertepis itu. Iya, ini masih tentangmu, Wahai kelahiran dua ribu satu. Cairo International Airport, 21 Desember 2024