Ternyata, hujan menjadi salah satu fenomena yang membuat sebagian orang terkesan dengannya, Entah itu kesan baik ataupun kurang baik dari masing-masing cerita hidup seseorang. Puisi singkat ini aku tulis saat masih di pondok pesantren, merenung di sisi lapangan pondok, hingga tertulislah kalimat demi kalimat yang alhamdulillah tulisan ini sudah di bukukan oleh penerbit @halaman.indonesia pada buku antalogi puisi yang berjudul "berangkat aku ke keningmu"
Tetesan air jatuh perlahan
Sedikit demi sedikit dengan penuh kehatian
Membawa bunyi hempaskan kesunyian
Hingga kau turun beriringan
Kau bawa kegembiraan itu
Hingga mereka kembali pulang
Namun ada jua yang menghampirimu
Bermain bersama rintik yang kau bawa
Ada jua yang hanya menikmati nadamu
Hingga mereka tiba di ruang nostalgia
Menghayati setiap rintikan itu
Berisi jutaan kenangan yang takkan ada habisnya
Wahai rintik yang penuh harga
Hadirmu kerap kali membawa kedamaian
Meski tak jarang kau bawa kesenduan
Kau datang dengan kebungkaman
Perginya pun tak tahu kapan
Hujan..
Kau membuat mimpi hadir bersama berjuta harapan
Terimakasih hujan
Bersamamu kutemukan ketenangan
(Written on Stadion Palagan Agung Al-Zaytun)
Komentar